![]() |
| Photo: Logo Amptpi |
A.) PROSES LAHIRNYA, ASOSIASI MAHASISWA PEGUNUNGAN TENGAH PAPUA SE-INDONESIA. (AMPTPI)
AMPTPI lahir pada 15 Oktober 2004 di Tanah Amungsa Timika melalui Kongres I. Dalam peristiwa bersejarah tersebut berkumpul mahasiswa Papua dari Pegunungan Tengah yang sedang studi di dalam negeri dan luar negeri. Tujuan utama didirikannya AMPTPI ialah
- untuk mengenali diri secara utuh dan komunitas gunung dan Papua secara umum.
- Bagaimana AMPTPI membangun kekuatan sumber daya yang solid di Pegunungan Tengah Papua dalam merespon dinamika persoalan Papua.
- Bagaimana merubah cara dan pola perjuangan secara ilmiah, konferensi dan tuntas terhadap persoalan Papua, selain dari kekuatan rakyat melalui demonstrasi dan pernyataan sikap.
Ide dan gagasan berdirinya sebuah wadah yang menjatuhkan Mahasiswa Pegunungan Tengah Papua se-Indonesia awalnya dipikirkan atau digagas oleh Mahasiswa Pegunungan Tengah Papua yang menempuh pendidikan di UNIPA, STIH dan STT-Eriksontrit Manokwari melalui wadah Ikatan Mahasiswa Pegunungan Tengah (IMPT) Manokwari sejak tahun 1999, namun ide ini baru terealisasi pada tahun 2004, atas kerja keras dari Nason Elabi (Alm), Hans Magal, Piter Gusbager, Agus Zonggonau, Kenius Kogoya, Herman Makai, Marsel Gobay, Hengky Haluk, Jhon Adii, Amatus Douw, Heny Gombo, selaku penggagas dan pendiri AMPTPI melalui sebuah panitia Kongres yang dibentuk di Manokwari.
Kerinduan persatuan sebagai anak-anak koteka tumbuh pesat juga di Jayapura. Mahasiswa gunung di Jayapura tergabung dalam Forum Komunikasi Mahasiswa Pegunungan Tengah (FKMPT). Mereka yang bergerak di Jayapura diantaranya saudara Diaz Gwijangge, Markus Haluk, Yusak Pakage, Melkias Yeke Gombo, Yoel Itlay, Simon Delal, Kristianus Wanimbo, Ruben Magay, Emus M. Gwijangge, , Nurhana Yarinap, Yustina Haluk, Bonifasius Klanganame, Musa Uamang, Serogo Tabuni, Jefry Pagawak, Raga Kogoya, Ronald Kogoya, Agus Alua Jr dkk.
Selain kedua tempat studi yaitu Manokwari dan Jayapura (IMPT dan FKMPT) juga para mahasiswa gunung di Sulawesi dan Sejawa Bali turut bergerak.
Di Wilayah Sulawesi di motori oleh saudara Lunius Kogoya, Buctar Tabuni, Dominikus Sorabut, Mako Musa Tabuni (Alm), Laorens Elosak, Hubertus Mabel (Alm). Diwilayah kota Studi Jawa dan Bali di motori oleh Carlos Matuan, Sebby Sambom, Leonard Gombo, Jimmy Erelak, Natalius Pigay, Melianus Tenouye (Alm),Yosep Jikwa, Abner Bob Molama, Frans Hilapok, Hana Medlama, Seli Babingga. Mereka ini bersatu membentuk asosiasi sebagai langkah awal menuju persatuan anak koteka.
Proses lahirnya AMPTPI cukup melelahkan melalui jalan yang berliku dengan tahan gelombang dan badai. Semua anak koteka menyatukan ide dan konsep disatukan melalui Pra Kongres pada tanggal 5 Juni 2004, yang dilakukan di Universitas Cenderawasih oleh Rektor UNCEN. Dilanjutkan dengan Kongres I di Kabupaten Timika, pada tanggal 9, 11-15 Oktober dibuka oleh Gubernur Provinsi Papua, Alm. Jap Salossa. Bagian dari Kongres I dilakukan Rakernas I di Jakarta Pusat.
Kongres II Amptpi diadakan di Manado pada November 2007 dibuka oleh Wakil Gubernur Provinsi Papua Alex Hesegem dan Rakernas II di Manokwari April-Mei 2008 dibuka oleh Kesbangpol Provinsi Papua Barat.
Kongres III AMPTPI di Bogor pada tanggal 18-22 Mei 2020 dibuka oleh Gubernur Papua di wakili oleh Wasuok Siep dan RAKERNAS III di laksanakan di Jayapura pada tanggal 30 Juni – 3 Juli 2016.
AMPTPI lahir karena ada keprihatinan yang mendalam atas pelanggaran HAM yang terjadi di tanah Papua.
B.) PENJELASAN MOTO
“Satu Tungku Dalam Satu Honai”
SATU TUNGKU DALAM SATU HONAI
Berbicara Satu Tungku Dalam Satu Honai berarti:
- apa itu honay,
- bahan apa yang di butukkan untuk membuat honay,
- fungsi honay,
- pengetahuan honay dalam konteks pembangunan dewasa ini
APA ITU HONAI
Honai dari bahasa hubula (wamena):
hon/hun = laki-laki dan ai = rumah (tempat),
Jadi honai artinya rumah laki. Tempat dimana para pria berbicara tentang perencanan dan pembangunan untuk hidup dan kehidupan manusia.
Suku Mee menyebutnya “Yamewa" artinya Rumah laki-laki.
Suku Lani menyebut “Kunume" artinya Rumah Laki-laki.
Suku Moni menyebutnya " Nduni" artinya Rumah laki-laki.
Suku Amungme menyebutnya "Itorei nomon" artinya Rumah laki-laki
Suku Wano menyebutnya " Kunyawe" artinya Rumah laki-laki.
Jadi honai artinya rumah laki-laki yang merupakan Human lives center (tempat merencanakan kehidupan).
BAHAN DAN FUNGSI HONAI
Honai dibangun menggunakan beberapa peralatan pohon hutan tropis yang sangat sederhana yang berasal dari jenis tumbuhan berkayu di hutan. Pemilihan bahan - bahan bangunan sangat di tentukan dari kualitas berdasarkan kebiasaan menggunakan bahan bahan tersebut. Ada beberapa bagian terpenting dari sebuah honai yaitu: Atap (the roof), dinding honay (the wall), lantai (floor) dan tungku api (the fireplace). Para-para tempat penyimpanan kayu bakar (the firewood cabin) dan rotan (rattan) sebagai pegikat semua item honai.
Fungsi Honai: Secara sederhana honai berfungsi sebagai sebuah tempat dimana manusia dapat melaksanakan sebagain besar aktifitas hidupnya. Bahwa honai tidak hanya berfungsi sebagai tempat aktifitas sehari-hari tapi honai memiliki arti lain yang esensial bagi kita yaitu fungsi honai sebagai Pusat hidup dan kehidupan Manusia, pusat peradapan bagi komunitas.
FUNGSI KOMUNITAS
Fungsi kehidupan Komunitas (Communities Lives)
Honai menjadi sebuah dunia bahagia dimana setiap orang dapat mengalami ketenangan, kebahagian dalam kehidupan yang sangat sederhana. Kehidupan yang ada di honai adalah kehidupan bersama (communities life), kehidupan komunikasi, kehidupan demokrasi. Ada beberapa hal mendasar yang terjadi dalam kehidupan honai dimana hal tersebut menarik untuk di ketahui .
Dalam kehidupan komunitas ini terjadi:
- Perencanaan bersama: "Pembangian Tugas dan Tanggung Jawab" Pembagian tugas dilakukan sesauai dengan kemampuan yang dimiliki.
- Democrasy : Sebuah iklim kebebasan telah ada dan terbentuk di dalam suasana kehidupan di honay. Hal ini terlihat ketika terjadi komonikasi, diskusi di antara sesama yang lain. Semua orang dapat menyampaikan pendapat dan pandangan Nya kepada sesama yang lain.
- Kesejahteraan (prosperity') : Satu aktifitas yang telah menjadi bagian kehidupan di honay adalah kegiatan " Bakar Batu". Even ini mengandung banyak memberi kita pesan pesan pembangunan pada kondisi saat ini. Beberapa hal yang terkandung adalah: Nilai kebersamaan, nilai kepedulian, Nilai pemerataan kesejahteraan. Kegiatan bakar batu merupakan perwujudan dari sila keiima dari Pancasila " keadilan sosia! bagi kesejahteraan rakyat. Realsiasi dari sila ini telah ada sebelum sila kelima di undangkan. Bagi orang Papua nilai ini telah berlansung di dalam kehidupan masyarakat Papua yang berbudaya hidup commonistas.
C.) PENUTUP
Tujuan utama berdirinya AMPTPI adalah mahasiswa gunung bersama-sama duduk di Honai (AMPTPI) untuk Selamatkan Rakyat dan Masa depan Bangsa Papua. Dengan mimpi dari honai kita akan menatap Papua, Indonesia dan Dunia.
______________
Sumber: Arsip Amptpi cabang Gorontalo.
Oleh : Mafretd Enombere

Komentar