![]() |
| Photo: Massa aksi aliansi mahasiswa Papua peduli ham dan demokrasi Gorontalo |
Sebelum saya menulis lebih lanjut saya kutip orasi ilmiah ade M W dalam orasi ilmiah nya ia menyampaikan.
"hidup mahasiswa, hidup siswa, Hidup Buruh, KNPB lawan, Papua Merdeka. Oke Kami turun ke jalan memperingati hari Trikora karena kami masih dijajah oleh Indonesia, dan supaya kami cepat merdeka, Hidup mahasiswa Papua Merdeka"
Begitulah orasi singkat yang saya sempat rekam.
Memperingati hari Tiga Komando Rakyat (TRIKORA) awal penjajahan dan Diskriminasi rasialisme terhadap bangsa Papua yang terjadi pada 19 Desember 1961 tahun lalu, dan kini memasuki umur 63 tahun memperingati hari Trikora. Dalam momen ini mahasiswa papua bersama beberapa organisasi dan solidaritas melakukan aksi demontrasi di perlimaan telaga kota Gorontalo, Namun ada yang menarik dalam aksi demontrasi tersebut.
Yaitu tertangkap kamera ada seorang siswa inisial M. W. pegang microphone dan berorasi bersama massa di jalan dengan penuh semangat, ia ingin memberitahu kepada dunia dan rakyat Nusantara bahwa Ideologi dan Nasionalimenya beda dan dia ingin bangsa Papua harus merdeka dari penjajahan Indonesia.
dan juga ia ingin memberitahu kepada dunia dan negara ini bahwa jangan pernah paksakan ideologi nya dengan selogan (NKRI) harga mati, atau paksakan ia untuk hapal nama nama Pahlawan NKRI, karena ideologi dan Nasionalime tidak bisa paksakan.
Untuk TNI/POLRI yang bertugas di Papua lalu menjadi guru dan mengajari siswa di pelosok Papua, sampai kapan pun kalian mengajari mereka tentang ideologi dan Nasionalime Indonesia disana tidak akan pernah membuahkan hasil sebab, mereka sudah tahu kebusukan kalian, kemudian mereka sudah tahu juga apa yang kalian lakukan, terhadap Bangsa Papua dan kebiadaban kalian, karena mereka bisa rasakan itu sejak dalam kandugan ibu, dan begitu mereka lahir mereka berhadapkan langsung, tituasi konflik bertahun tahuna Jadi walaupun soal ideologi dan Nasionalime kalian paksakan di lubuk hati paling dalam mereka tetap menginginkan Papua Merdeka, dan mereka tidak berani bersuara disana, seperti M W, karena trauma lihat kebiadaban TNI/POLRI.
tapi sekarang sudah saatnya bersuara tanpa rasa takut karena dunia sudah sangat modern jadi Sejarah papua, pembunuhan pelanggaran HAM, pemerkosaan, diskriminasi rasialisme dll, yang kalian lakukan tidak bisa lagi disembunyikan atau ditutupi dengan kebohongan kalian di berbagai media.
persoalan Papua sudah tidak lagi dibicarakan oleh orang dewasa, atau hanya pejuang papua dan mahasiswa, tetapi anak-anak remaja atau siswa, mereka sudah sadar dan tahu kebusukan dan kebiadaban kalian, hal itu bisa dibuktikan dengan keberanian ade M W. Berorasi ilmiah dan beberapa siswa lainnya di papua, yang mungkin pernah viral di medsos saat mereka ditanya kan oleh TNI nama Pahlawan dan cita-cita mereka, ada yang menjawab pahlawan nya, egianus kogoya, ada yang menjawab cita-cita nya ingin jadi TPNPB-OPM, ini spontan tapi jangan lupa apa yang kalian lakukan kepada mereka.
sebab mereka yang rasakan penindasan yang kalian wariskan bertahun-tahun terhadap bangsa Papua, kalian mungkin bilang Papua tidak ada pelanggaran HAM, penindasan, perampasan sda, karena pemerintah Indonesia sudah perhatian dan memberikan OTSUS dan DOB, tapi saya ingin memberitahu mu bahwa yang rasakan penjajahan Indonesia itu kami orang Papua, bukan kalian orang Nusantara jadi soal ideologi dan Nasionalime ade M W. untuk bangsanya West Papua Sudah tidak bisa tawar menawar.
Hal itu ade M W membuktikan pada 19 Desember 2024 dalam momentum hari Trikora, dengan ia rela mengorbankan mata pelajaran di sekolah bahkan ia izin pada Gurunya untuk ikut aksi demontrasi memperingati hari nasional bangsa Papua Barat yaitu hari Trikora sebagai hari awal penjajahan Indonesia terhadap bangsa Papua Barat.
Ia juga membuktikan kepada rakyat Nusantara dan dunia bahwa tidak hanya mahasiswa atau orang dewasa punya ideologi dan Nasionalime soal Papua tetapi ia juga memiliki nya, hal itu ia bisa mebuktikan dengan korbankan aktivitas sebagai siswa.
Terus bagimana dengan kami mahasiswa lebih khusus mahasiswa Papua, kalian sedang apa dimana, apakah kalian belajar untuk menjadi pemimpin Papua, supaya bisa membawa perubahan di Papua?
Saya ingin kasih kepada kita semua lebih khusus mahasiswa Papua bahwa dari tahun ke tahun tituasi di Papua, tidak akan pernah membaik sampai kapan pun selagi kita bersama dengan NKRI jadi jangan mimpi terlalu banyaklah untuk menjadi pemimpin lalu membuat perubahan di Papua.
Tapi coba kritis dan mengorganisir diri lalu terlibat dalam gerakan Rakyat, setelah itu kita bersama sama merebut apa yang kita punya yang mereka sudah ambil, hal itu bisa kita lakukan dengan aksi demontrasi, diskusi, membaca buku, dan menulis, masa mahasiswa kalah sama siswa soal Nasionalime dan ideologi, untuk mempertahankan harga diri dan martabat.
Kau mau jadi budak atau bangkit bersama rakyat untuk melawan kembali kepada Anda sendiri.
Mungkin itu dulu saya bisa menulis untuk ade M W. semoga kelak nanti dia bisa bacanya atau bisa menjadi motivasi untuk pembaca lain.

Komentar