Di seluruh tanah papua Yang mengkerdilkan pemikiran manusia adalah pesta-pesta Evoria semua jalan kaki hanya demi Nonton dan tahan sakit kaki demi pesta Evoria yang tidak membawa dampak positif
Sementara hutan-hutan di bongkar oleh korporasi dan manusianya di bunuh di tembak mati oleh militerisme Indonesia tetapi tidak menuntut keadilan bagi yang di bunuh hak-hak nya di rampas oleh imperialisme tetapi diam dalam kebodohan yang di kerdilkan akal sehat oleh Kolonialisme Indonesia terhadap rakyat Papua dengan tindakan kekerasan oleh TNI/POLRI dengan moncong Senjata.
Ketika mabok nyali 10% jadi jago untuk keluarganya sendiri yang sesama Papua sementara pendatang AMBER tertawa dengan kita karena kita bodoh dan masuk di jerat mereka, Mereka siapa? Ya merekalah yang penjaja bagi kaum ras kulit hitam.
Undangan untuk berbicara tentang harga diri manusia Papua, tetapi satu dua orang yang berjuang demi mempertahankan harga diri banyak orang.
Mau jalan kaki pergi menuntut hak dan Martabat, sorry tidak bisa tetapi untuk pesta-pesta Evoria Tete Nene sampai mudah jalan kaki sampai muntah-muntah jalan dan lapangan tertutup oleh ribuan manusia Papua. hanya untuk mundar mandir tetapi yang menikmati hasil pesta Evoria politikus" panggung Evoria dan tikus- tikus kantor
Dunia makin gila karena manusia Makin punah dan tersisa menjadi penonton diatas penderitaan
Habis persta Evoria baku buru dengan parang baku bacok sendiri padahal alat itu untuk kerja ane tapi nyata
Papua Ahk dulu boleh tapi sekarang semua di hancurkan oleh kapitalisme imperialisme militerisme Indonesia.
BELAND VS INDONESIA SAMA-SAMA KOLONIAL DIATAS TANAH WEST PAPUA.
AGAMUA 24-APRIL-2025
M Enombere
Komentar