![]() |
Perlahan menghilang di balik senja, Terselip kenangan indah, Waktu berjalan tanpa pernah berhenti, Meninggalkan jejak luka setiap langkah
Canda yang dulu kini mulai memudar, Bayangmu tersapu angin malam, Setiap detik berlalu membawa pergi, Senyum tawa hanya bayangan.
Perlahan menghilang dalam keremangan, Cinta yang dulu membara kini redup, Hanya sisa-sisa tertinggal, Di sudut hati hampa dan kosong.
Air mata jatuh tanpa suara, Mengenang hari-hari yang telah berlalu, Kau yang pernah jadi cahaya dalam gelap, Kini hanyalah bayang perlahan memudar.
Dalam sepi malam aku meraba.
Mencari jejakmu kian menjauh, Namun kutemukan hanya kekosongan, Menggenggam erat kesedihan mendalam, Kau perlahan menghilang bagai kabut pagi, Tersapu oleh cahaya mentari muncul, Di setiap helaan napas ada rasa kehilangan, Menyadari bahwa kau takkan kembali.
Perlahan menghilang meninggalkan luka, Menyisakan ruang kosong di dalam jiwa, Ku coba bangkit dari puing-puing kenangan, Namun bayangmu masih menghantui langkahku, Kini aku berdiri di tepi kesedihan, Menyaksikanmu pergi perlahan menghilang, Di balik senyum terpaksa ku lukis.
Tersembunyi perih takkan pernah pudar.
Perlahan menghilang namun tak terlupa, Kau tetap hidup dalam setiap desah napas, Dalam kesedihan ini ku temukan kekuatan, Melangkah maju meski hati terluka.
Agamua : 27/05/2025.
By M Enombere

Komentar