Pembunuh Sipil Tentara Kolonial Indonesia Atau Tentara Pembebasan Papua Barat.


Photo: Aparat kolonial Indonesia sebelah kiri dan Tentara Pembebasan nasional Papua Barat sebelah kanan.

Penulis : M Enombere. 

Penggemar Musik Metal. 


Sesuai Judul diatas saya akan bahas dari segi perspektif saya sebagai orang papua melihat keberadaan tentara militer kolonial Indonesia dan tentara Pembebasan nasional Papua Barat di Papua. 

operasi yang berlangsung di Papua di beberapa daerah memantik eskalasi konflik bersenjata antara Pro-kemerdekaan Papua, dan, tentara Kolonial Indonesia, tituasi masyarakat sipil sangat parah dan, menambah deretan kekerasan negara di Papua. 

Sedikitnya 10% penduduk Sugapa, ibukota Kabupaten Intan Jaya mengungsi, termasuk 331 perempuan dan anak-anak di awal tahun 2021, April lalu, Pemerintah Republik Indonesia tanpa ada evaluasi langsung melabeli Pihak Pro-kemerdekaan papua dengan kalimat kkb, kksb, dan yang lebih miris lagi dilabeli dengan teroris. Pelabelan tersebut menjadi pintu masuk legalisasi operasi militer Kolonial Indonesia dan, penambahan pasukan Kolonial Indonesia non-Organik.

Ketidakjelasan status akan situasi keamanan di Papua terus memberi celah bagi negara untuk melakukan sekuritisasi, seperti membangun pos-pos atau markas/kantor militer Kolonial Indonesia, dan, penurunan pasukan Kolonial Indonesia baik Polri maupun TNI.

Padahal, berbagai pengalaman selama beberapa dekade papua dalam Indonesia, menunjukkan pendekatan keamanan tentara Kolonial Indonesia diatas tanah Papua, tidak menjawab permasalahan sistemik di Papua, yang justru orang Papua mengalami kesenjangan akses kebutuhan primer, kerusakan sumber daya alam, dan masalah kebebasan sipil dll. 

Atas kebijakan pemerintah Indonesia yang keliru selama ini, maka saya melihat juga pemerintah menyebut TPNPB-OPM, sebagai KKB, KKSB, atau Teroris, itu untuk memperlancar kepentingan mereka untuk mengeksploitasi Sumber Daya Alam Papua, bukan untuk melindungi Rakyat papua.

Selama ini saya sebagai orang papua melihat Perjuangan TPNPB-OPM sudah sangat lama dari tahun 1950-an Sampai detik ini, mereka konsisten, mereka tidak pernah membunuh warga sipil Papua, ataupun non papua. 

Walaupun ada beberapa media online media cecak, TV, dan Media Mainstream, menyebut TPNPB-OPM membunuh rakyat sipil, tapi kita tidak bisa percaya begitu saja kita harus pintar mengkonsumsi berita mana yang benar dan salah, kita harus pahami juga mana media yang dikendalikan sesuai kepentingan.

karena selama ini kita melihat masalah papua selalu pake kacamata Jakarta, tidak pernah melihat masalah papua peke kacamata orang asli papua itu sendiri.

Ini beberapa kasus sudah terbukti pelaku, nya tetapi lagi lagi negara lindungi pelaku, berikut. 

kasus pembunuhan, Pdt, Jeremia Zanabani 20 September 20220 Pelaku nya aparat Kolonial Indonesia, kemudian 2022 kasus Mutilasi 4 Warga sipil di mimika papua Pelakunya adalah Aparat Kolonial Indonesia 6 orang, kemudian kasus Mutilasi pada, 03 Maret 2023, mama tarina murip di Puncak Papua pelaku nya Aparat Kolonial Indonesia, dan, beberapa tokoh Seperti Pembunuhnya Teys H Heluay Pelaku nya kopassus Kolonial Indonesia, Pembunuhnya Mako M Tabuni, Hubertus Mabel, dan masih banyak lagi kejahatan kemanusian yang dilakukan oleh aparat Kolonial Indonesia. kurang bukti apa lagi. 

Selalu kita menganggap Pro-kemerdekaan Papua yang selama ini berada di utang rimba, kita melihat dari kacamata Jakarta lalu mengatakan mereka adalah KKB, KKSB,TERORIS, tetapi mereka tidak pernah membunuh Rakyat sipil Papua maupun, non-Papua, justru yang membunuh Rakyat sipil adalah Aparat Kolonial Indonesia TNI/POLRI.

jadi mana yang pantas Disebut KKB, KKSB, dan TERORIS, Pro-kemerdekaan Papua atau Aparat Kolonial Indonesia TNI/POLRI?

Saya tunggu tangapan man-teman semua kaloh Kurang kritis, atau kurang data, mohon tulis komentar mu biar saya bisa memperbaiki. 



________________

Referensi:

https://www.walhi.or.id/kajian-terbaru-soal-papua-terungkap-indikasi-kepentingan-ekonomi-dalam-serangkaian-operasi-militer-ilegal-di-intan-jaya-papua

Komentar