![]() |
| Photo : kue ulang tahun AMPTPI |
Salam Satu Tungku Dalam Satu Honai
Atas nama perjuangan pembebasan nasional West Papua, atas nama organisasi sebagai alat perjuangan, atas nama para Jendral Pendiri dan pejuang yang telah mendahului, dengan semangat dan bangga, Asosiasi Mahasiswa Pegunungan Tengah Papua Se-Indonesia (AMPTPI) mengucapkan salam hormat dan selamat hari ulang tahun AMPTPI ke-21.
di hari bahagia ini kami menyampaikan hormat kami kepada Anak Honai sekalian yang selalu setia pada pergerakan untuk pembebasan nasional West Papua. Kami teruji di lapangan. Secara terbuka dan terang-terangan mengatakan kepada kaum penjajah bahwa kami melawan ketidakadilan terutama di West Papua, ketidakadilan di Indonesia, dan umat manusia di muka bumi ini. Itulah mengapa kita mengatakan represif, intimidasi, diskriminasi rasial, persekusi berserikat dan berkumpul, serta penangkapan hingga penjeblosan ke dalam penjara adalah bunga-bunga revolusi, konsekuensi logis yang secara sadar kita hadapi.
Di hari yang bahagia ini juga, mari kita melihat perjalanan Honai kita. Sejak tahun 2004 hingga sampai hari ini 21 tahun berjalan ini. Kita yakin pada tantangan dan resiko perjuangan. Sebab itulah hukum dari kontradiksinya, itulah hukum dialektika perkembangan pergerakan kita, bahkan sedang terus menghasilkan perubahan secara kualitas. Jika tak ada realita penindasan dan perlawanan maka perjalanan Honai tak memberikan nilai manfaat tersebut. Kekurangan dan kelebihan perjalanan Honai kita memberikan nilai manfaat tersebut.
Kita menyadari hal itu. Bertahan dan berjuang selama 21 tahun umur Honai, telah banyak menemukan persoalan yang prinsipil hingga persoalan subjektif yang, secara tidak langsung menemukan dan menjelaskan kepada organisasi hal kemajuan dan kemunduran tersebut.
Di usia yang ke-21 ini kita mengajak untuk melihat realitas penindasan dan kebutuhan-kebutuhan mendasar dan pokok rakyat West Papua, yang mana dapat memberikan manfaat peran gerakan mahasiswa yang revolusioner bagi Gerakan Pembebasan Nasional West Papua yang lebih besar. Siapa bilang kekuatan mahasiswa tak mampu? Sejarah dunia telah mencatat peran mahasiswa dalam aksi-aksi revolusioner.
Para pejuang muda -mahasiswa yang terhormat. Mari memahami realitas kekuasan hegenomik yang memenjarah esensi manusia Papua menjadi manusia ketergantungan dan terasing dalam sistem kolonial ini. Sehingga Pendidikan, diskusi, dan aksi-aksi massa, serta bersolidaritas tanpa batas menjadi hal penting dan kebutuhan mendasar mengukur materi dan semangat juang kita melawan rezim yang berkuasa serta tuannya imperialisme. Kami terus belajar lebih dan terus melawan lebih. Sehingga dalam perjalanan menemukan teori dan aksi menjadi hal yang tak bisa dipisahkan untuk meletakan perjuangan pembebasan pada kesadaran ilmiah dan teruji. Maka, dengan mengedepankan budaya Kritik Otokritik mampu memperlihatkan kesalahan-kesalahan dan kemudian bermanfaat untuk kemajuan gerakan secara ideologis, politik dan organisasinya.
21 tahun AMPTPI, bukan saja dewasa secara usia tapi juga gerakan mahasiswa yang tidak pernah lelah di satu titik pun, tanpa sedikit pun berkehendak keluar dari prinsip dan semangat 15 Oktober 2004, serta orientasi dan perlawanan terhadap imperialisme, kolonialisme Indonesia, dan militerisme. Maka, memahami gerakan sebagai alat wujudkan sikap dan gerakan perlawanan kita untuk “West Papua lebih Baik”, kita harus mampu menjaga kedisiplinan, butuh kerendahan hati kaum pelopor, mempraktekan prinsip-prinsip organisasi serta praktek kolektivisme dalam organisasi dengan mengedepankan kritik otokritik.
Kawan-kawan seperjuangan, lewat tulisan ini, mewakili AMPTPI, kami Dewan Pimpinan cabang GORONTALO mengucapkan banyak terima kasih dan salam hormat atas kesetiaan dan pengorbanan anak Honai sekalian. 21 tahun usia gerakan kita, bukanlah singkat. Dibawah tekanan represif, penangkapan, dan matinya ruang demokrasi yang dilakukan penjajah dengan sadar itu, nafas perjuangan AMPTPI masih terus ada Dengan Bikin Api Di Honai.
Maka, marilah kita tersenyum dan bahagia hari ini karena hal ini. Kebahagiaan kita terkandung dalam perlawanan terhadap penindasan manusia West Papua, dan menyerahkan diri secara seutuhnya secara sadar pada konsekuensi logis sebagai aktivis.
Salam Satu Tungku Dalam Satu Honai
Salam Revolusi
Mendang Juang, 15 Oktober 2025
Hormat Kami,
Dewan Pimpinan cabang AMPTPI Gorontalo
Mafretd Enombere
(Ketua Umum)
Bilis Murib
(Sekretaris Umum)

Komentar