Stop Photo Mengunakan Atribut Bintang Kejora Borjuis Kecil.

Photo: Ilustrasi anak SMA dengan coretan BK di seragam SMA 


Stop Photo Mengunakan Atribut Bintang Kejora Borjuis Kecil.

Saya menulis opini ringan ini bentuk kekecewaan saya, sekaligus kritik terhadap kawan-kawan Papua, yang biasa photo menggunakan bendera bangsa Papua Barat, (BINTANG KEJORA), saat lulus SMA, wisuda, atau saat ujian skripsi. 

disini saya memulai tulisan saya dengan beberapa pertanyaan-pertanyaan yang sangat awam. 

  • setelah lulus SMA saat masuk kuliah apakah anda semua aktif dalam gerakan perlawanan rakyat Papua? 
  • Setelah wisuda apakah anda bekerja Papua merdeka, TPNPB-OPM, atau untuk kolonial Indonesia? 
  • Anda photo begitu supaya apa sumbangsih dalam gerakan menuju pembasan papua apa?

saya menulis opini ini bukan karena saya iri atas kesuksesan Anda sekalian, bukan juga saya melarang anda untuk menggunakan atribut tersebut, semua nya boleh saja kita menggunakan atribut Bintang Kejora, dalam agenda apapun, Tapi saya hanya ingin tahu alasan dan tujuan nya.

SISWA-SISWI PAWAI MENGUNAKAN ATRIBUT BINTANG KEJORA SETELAH DENGAR HASIL. 

Setelah dengar hasil kelulusan siswa-siswi, sering kali kita menyaksikan di beberapa daerah di Papua siswa-siswi, sering merayakan hari kelulusan mereka dengan pawai mengunakan atribut bintang Kejora. Entah itu sekolah yang mengizinkan mereka atau motivasi dari siapa, momen seperti ini sering kali kita menyaksikan langsung.

mereka pawai semacam ini apakah ada capaian tertentu atau hanya ikutan-ikutan pawai, untuk Viral? Lebih parahnya lagi kalau mereka hanya ingin viral. 

Saat saya tanya beberapa dari mereka yang pernah ikut pawai setelah dengar hasil kelulusan, soal sejarah perjuangan rakyat Papua, mereka sama sekali tidak tahu atau tidak paham.

Dari sini saya menimbulkan bahwa para siswa setelah dengar hasil pawai menggunakan atribut bendera bangsa Papua Barat, hanya cari sensasi agar viral, hanya sekedar itu tidak lebih.

mereka pawai dengan atribut bintang Kejora kalau kita berfikir secara logika berarti mereka hanya untuk bersenang-senang, selain bersenang-senang, mereka juga mengaburkan air. sebab sebelumnya mereka ada melatarbelakangi dengan organisasi atau sebenarnya mereka pernah melakukan hal yang sama itu kita akui, tapi tiba-tiba baru saat momentum tertentu berarti harus dihentikan karena merusak jalannya perjuangan menuju kemerdekaan bangsa Papua Barat.

siswa/i punya semangat tinggi, melakukan pawai kiri kanan saat lulus SMA mengunakan atribut bintang kejora, tetapi faktanya mereka hanya ikut ikutan itu terbukti saat masuk di bangku Perguruan tinggi.

Siswa/I yang pernah ikut pawai dengan atribut bintang kejora saat dengar hasil, ini justru tidak pernah menampakkan diri atau terlibat langsung dalam gerakan mahasiswa papua, ada sebagian yang terlibat tapi cuma terhitung. 

Lalu sebagian besar dari mereka yang ikut pawai setelah dengar hasil kelulusan tadi setelah masuk di perguruan tinggi kemana? Bukannya mahasiswa harus kritis dan penyambung lidah rakyat Papua? Bukannya setelah jadi mahasiswa seharusnya lebih kritis?

mereka setelah masuk di perguruan tinggi karena kurangnya pengetahuan tentang sejarah Papua maka mereka terkadang, terdoktrin oleh mahasiswa lama atau sebutlah senior mereka di organisasi Kerukunan kedaerahan, dan lebih parahnya lagi mereka bertemu dengan senior yang, tidak pernah terlibat dalam gerakan kemerdekaan Papua.

Dalam organisasi Kerukunan atau kedaerahan ada senior yang tidak suka dengan gerakan kemerdekaan bangsa Papua pasti dia mendoktrin mereka.

Biasanya mereka doktrin seperti. Jangan ikut kegiatan Papua merdeka nanti lama wisuda, nilai mu akan eror, akan dapat tangkap dll. Singkat nya seperti ini cara doktrin mereka.

Setelah dicuci otak nya disuruh gabung di organisasi organisasi kedaerahan, dalam organisasi kedaerahan ada batasan-batasan yang harus mereka lalui atau ikuti, motivasi mereka gabung di organisasi Kerukunan atau kedaerahan tidak lain hanya untuk belajar kepemimpinan, saya tidak bisa membatasi tapi jika kita gabung karena paksaan, tekanan, atau arahan senior kapan kita akan kita belajar mandiri.

Karena saya sudah lama sekali bergabung di organisasi Kerukunan atau kedaerahan tapi selama delapan tahun, saya sama sekali tidak dapat apapun selain beretorika.

Kaloh yang kita dapat atau modal di organisasi Kerukunan atau kedaerahan yang kita dapat hanya beretorika pasti ujung-ujungnya jadi borjuis berdasi kalau sudah jadi Borjuis berarti kita jadi penindas rakyat papua, dan menghisap darah rakyat Papua. 

Ada kalimat yang sering kita dengar di organisasi Kerukunan atau kedaerahan dari senior begini "kak dulu di gerakan kak sdh alami jadi ade tak usah ikut gituan fokus kuliah jah fuck the seniority" 

Kalimat diatas ini jadi pembenaran bagi senior senior di organisasi Kerukunan atau kedaerahan dan saya ingin bilang kalian itu sudah penghianat bangsa. 

Jadi buat generasi muda Papua yang baru tamat SMA mau lanjut kuliah jangan sampai terjebak atau terdoktrin. 

SETELAH SARJANA PHOTO SAMBIL PEGANG BENDERA BINTANG KEJORA. 

saya masih mahasiswa kuliah di salah satu kampus swasta di Gorontalo saya sendiri saksikan ada beberapa teman-teman setelah wisuda masih pake Toga, ikut aksi memperingati hari Tiga Komando Rakyat, (TRIKORA). saya merasa risih saat melihat mereka pake toga lalu Orasi berapi-api, karena sebelum demo atau unjuk rasa pasti ada teklap, apa saja yang dibutuhkan dan itu dipersiapkan satu hari sebelum demo.

Tapi ini terjadi tiba-tiba dan itu bisa mencoreng nama baik perjuangan karena menggunakan atribut suatu institusi pendidikan, dan dampaknya bisa mempersulit mahasiswa Papua yang masih kuliah. 

Bukan hanya itu di beberapa daerah lainnya juga mahasiswa Papua setelah wisuda, sering photo depan kampus atau depan halaman kampus sambil pegang bendera bintang Kejora, bagi saya tidak jadi persoalan tapi harus mempertimbangkan dampak positif dan negatif untuk perjuangan Papua dan juga mahasiswa yang masih kuliah di kampus tersebut.

Karena dengan kalian melakukan tidak ada kemajuan dalam gerakan kemerdekaan bangsa Papua, justru kalian bikin rusak hubungan solidaritas. photo sambil pegang bendera bintang kejora atas kelulusan kalian di perguruan tinggi juga tidak memberikan manfaat bagi perjuangan rakyat Papua.

Kalian melakukan itu justru kalian membawa petaka bagi mahasiswa Papua lain di kampus tersebut, karena ulah kalian mahasiswa yang masih aktif kuliah di kampus tersebut pasti dipersulit oleh pihak kampus apalagi kami mahasiswa Papua yang kuliah di luar papua, pasti dosen-dosen tidak membedakan kami dari ini itu, jadi dengan ulah kalian seperti itu pasti kami di dipersulit oleh pihak kampus. 

Dan juga memberikan celah bagi mahasiswa Papua yang tidak pernah terlibat dalam gerakan kemerdekaan bangsa Papua, itu jadi landasan untuk mendoktrin mahasiswa baru dari Papua agar tidak terlibat dalam gerakan kemerdekaan bangsa Papua.

berfikir sebelum bertindak. 

Habis wisuda photo mengunakan atribut bintang kejora apakah kalian kerja untuk Papua merdeka untuk menyelamatkan bangsa Papua Barat dari penjajahan Indonesia, atau kalian jadi budak penjajah Indonesia untuk membunuh rakyatmu sendiri. 

Jika ujung-ujungnya jadi budak penjajah Indonesia lebih baik stop photo mengunakan atribut bendera bintang kejora. mental budak pasti pamer, tetapi mahasiswa punya strategi dan punya prinsip pasti tidak seperti mereka. 

Saya akhiri dulu sampai disini tulisan saya. kalau teman-teman ingin tanggapi tulisan saya silahkan dengan argumentasi dan karya ilmiah mu.

Bisa kirim tulisan anda melalui email saya. Mafretdenombere02@gmail.com.

Gorontalo 16/02/2026.

Oleh: M Enombere

Penggemar musik Metal. 


Komentar